Friday, January 4, 2019

2.5 Prosedur Bongkar Pasang Komputer

LANGKAH LANGKAH BONGKAR PASANG KOMPUTER

Langkah langkah Bongkar Pasang Komputer, untuk temen temen yang baru ingin belajar untuk menjadi seorang teknisi komputer, tentu Bongkar Pasang Komputer harus benar benar di kuasai betul, terutama bagi temen temen yang baru menginjak sekolah SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, karena materi yang di pelajari adalah tentang hardware termasuk juga Bongkar pasang komputer ini. namun bagi temen temen sekalian yang belum mengetahui tentang perangkat keras komputer dan fungsinya dapat membaca di postingan saya sebelumnya tentang Perangkat Keras Komputer dan Fungsinya

Bongkar pasang komputer merupakan dua proses yang di gabungkan yaitu Bongkar dan pasang. Bongkar komputer merupakan proses pemindahan perangkat keras komputer (Hardware) dari dalam kesing komputer. sedangkan Pasang atau sering juga di kenal dengan sebutan Perakitan Komputer yang artinya memasukkan semua perangkat keras komputer (Hardware) yang di perlukan ke dalam casing komputer.

Langkah Langkah Bongkar Pasang Komputer

sebelumnya melakukan Langkah Langkah Bongkar Pasang Komputer, langkah utama adalah mempersiapkan alat- alat yang di perlukan untuk bongkar pasang komputer, alat alat tersebut terdiri dari :

  1. Obeng min (-)
  2. Obeng Plus (+)
  3. Tang kecil
  4. Kaos Tangan Tipis (Bila di Perlukan) Kaos tangan ini untuk berjaga jaga supaya tidak kenak tegangan kecil. walaupun komputer dalam keadan mati ataupun tidak terhubung ke listrik, namun sebenarnya masih ada sisa sia tegangan yang tersimpan di dalam komponen komputer, oleh karena itu Kaos tangan tipis dimasukkan ke alat untuk melakukan bongkar pasang komputer
apabila alat alat di atas sudah disiapkan, maka saatnya kita untuk proses pembongkaran komputer.

Langkah langkah Untuk Membongkar Komputer

  1. bukalah penutup kasing komputer yang terletak di samping kanan dan kiri pada komputer
  2. lepaskan semua kabel yang terhubung ke motherboard contoh : kabel power, konektor 4 PIN, Kabel IDE / SATA, kabel USB, Kabel Audio, Kabel Front Panel.
  3. lepaskan kabel power yang terhubung ke hard disk, CD Room, ataupun Flopy DIsk.
  4. pastikan semua kabel power supply tidak terhubung ke semua perangkat yang ada di komputer tersebut
  5. lepaskan mur yang menghubungkan Power supply ke kasing komputer, kemudian angkat power supply tersebut keluar dari kasing komputer
  6. keluarkan hard disk / CD Room / Floopy Disk dari kasing komputer namun sebelumnya pastikan untuk membuka mur yang merekat di samping kanan dan kiri dari perangkat tersebut.
  7. lepaskan RAM yang terhubung ke motherboard
  8. buka semua mur yang ada di motherboard dan pastikan semua mur tersebut sudah terlepas semua, kemudian angkat keluar motherboard tersebut dari kasing komputer.
  9. sekarang kasing komputer terlihat kosong dan gak ada satu komponen yang tersisa, namun hanya tinggal kabel USB, Audio, dan Front Panel saja.
  10. untuk melepaskan processor dari motherboard, lepaskan FAN Processor terlebih dulu dari motherboard. untuk melepaskan FAN tersebut sesuaikan dengan jenis FAN yang temen temen punya, karena setiap jenis processor memiliki FAN yang berbeda, jadi proses untuk melepaskannyapun juga berbeda.
  11. kemudian buka pengunci processor, dan angkat processor dari motherboard.

Prosedur bongkar pasang komputer

1. Prosedur bongkar pasang komputer
2. Merakit
3. Instalasi
4.Merawat
5.Menganalisis
6. Perbaikan Perangkat Keras
7.Penerapan Instalasi

E. Materi Ajar

E. Materi Ajar

• Prinsip keselamatan dan keamanan kerja
• Pengenalan tempat kerja
o Peralatan keselamatan kerja
o prosedur bongkar pasang komputer

D. Tujuan Pembelajaran Siswa Mampu

D. Tujuan Pembelajaran Siswa Mampu:

a. Dapat menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
b. Dapat mendefinisikan tujuan keamanan, keselamatan dan kesehetan kerja
c. Dapat menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
d. Dapat memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih
e. Memilih software  secara teliti
f. Menjelaskan jenis-jenis software
g. Menjelaskan teknis dan metode instalasi aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan            kinerja system
h. Mengidentifikasi-kan jenis-jenis software aplikasi yang digunakan dalam peningkatan kerja dan          kinerja sistem  (misal : aplikasi ghost, partition magic, anti virus, office, grafis, multimedia,                kompresi dan lain-lain)

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Berperilaku/menunjukkan perilaku ilmiah yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab,ramah                          lingkungan, dan bekerjasama dalam melaksanakan praktek Menginstalasi PC dan Periferal
2. Menjelaskan pengertian keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
3. Mengidentifikasi tujuan keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
4. Menjelaskan UU keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja
5. Memahami prosedur bekerja dengan aman dan bersih
6. Paket instalasi sistem operasi yang legal  disediakan dalam media penyimpanan yang sesuai                (HD, CD, FD, DVD atau media lainnya).
7. Installation Manual sistem operasi sudah disediakan dan   dipahami
8. Perangkat komputer sudah dinyalakan, dengan persyaratan hardware sesuai dengan Installation          Manual
9. Media paket instalasi sistem operasi dipasang dan siap diakses.
10. Log-sheet/report-sheet telah disiapkan

2.4 Menyajikan hasil kebutuhan tempat dan keselamatan kerja

  1. Keselamatan Kerja an Kesehatan Lingkungan Kesehatan.

  2.  Kerja dan Kesehatan Lingkungan 1 vii Glosary ISTILAH KETERANGAN AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan APD Alat Pelindung Diri APK Alat Pengaman Kerja Building & construction Safety Keselamatan kerja dalam bangunan Flight Safety Keselamatan kerja penerbangan Home Safety Keselamatan kerja di rumah Industrial safety Keselamatan kerja dalam industri Mining Safety Keselamatan kerja di pertambangan Office Safety Keselamatan kerja di kantor Railway Safety Keselamatan kerja kereta api Traffic Safety Keselamatan kerja lalu lintas Metal mesh, Sarung tangan yang tahan terhadap ujung benda yang tajam Leather gloves, Melindungi tangan dari permukaan yang kasar. Latex disposable gloves, Melindungi tangan dari bakteri dan kuman Vinyl gloves Melindungi tangan dari bahan kimia beracun Neoprene gloves Melindungi tangan dari bahan kimia beracun Rubber gloves, Melindungi tangan saat bekerja dengan listrik Padded cloth gloves, Melindungi tangan dari sisi yang tajam,bergelombang dan kotor. Heat resistant gloves Melindungi tangan dari panas dan api Vinyl boots, sepatu yang tahan larutan kimia, asam, alkali,

  3.   Kerja dan Kesehatan Lingkungan 1 viii garam, air dan darah Nitrile boots, sepatu yang tahan terhadap lemak hewan, oli, dan bahan kimia Metatarsal, sepatu yang didesain khusus melindungi seluruh kaki dari bagian tuas sampai jari Reinforced sole, sepatu ini didesain dengan bahan penguat dari besi yang akan melindungi dari tusukan pada kaki Latex/Rubber, sepatu yang tahan terhadap bahan kimia dan memberikan daya cengkeram yang lebih kuat pada permukaan yang licin. PVC boots, sepatu yang melindungi dari lembab dan membantu berjalan di tempat becek PIL Penyajian informasi lingkungan PEL Penyajian evaluasi lingkungan RKL Rencana kelola lingkungan RPL Rencana pemantauan lingkungan KA Kerangka Acuan
 D. Tujuan Akhir Setelah mempelajari  ini diharapkan anda mampu: 

1. Menerapkan Prinsip Keselamatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3L), dalam kehidupan sehari-        hari terutama pada situasi kerja. 
2. Mendeskripsikan prosedur K3L, meliputi persyaratan dan pelaksanaan di tempat kerja
3. Mengidentifikasi konsep Analisis dampak lingkungan (Amdal) 
4. Menerapkan tata cara Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
5. Melaksanakan Prosedur K3 dan kesehatan lingkungan
6. Menerapkan prinsip Peraturan Kesehatan Lingkungan

2.3 Memahami tempat dan keselamatan kerja

2.3 Memahami tempat dan keselamatan kerja
Keselamatan umum adalah keselamatan yang menyangkut semua aspek dalam semua pekerjaan, baik itu di darat, laut ataupun udara yang kaitannya dengan keselamatan kerja seseorang dari bahaya pekerjaan selama ia bekerja. Secara umum bila seorang bekerja pada suatu jenis pekerjaan apapun, secara disiplin orang tersebut harus menggunakan suatu alat pengaman/pelindung guna terhindar dari kecelakaan.
Pencegahan terjadinya kecelakaan ditempat kerja harus memperhatikan beberapa faktor diantaranya :
1. Pastikan sempurnanya alat-alat
2. Pastikan sempurnanya pakaian kerja
3. Kesadaran keadaan diri sendiri
4. Harus disiplin dalam menggunakan alat.
5. Harus hati-hati dan konsentrasi pada pekerjaan.
6. Pastikan harus memahami dan menguasai cara kerja suatu mesin atau alat.
Disiplin pribadi di tempat kerja: Setiap pekerja dalam setiap industri harus mempunyai disiplin terutama pribadinya sendiri seperti :
1. Disiplin terhadap waktu
2. Disiplin terhadap janji baik dalam pribadi ataupun dalam pekerjaan
3. Disiplin dalam menempatkan suatu kebenaran dalam tempatnya
4. Tidak menyimpang dari apa yang ditugaskan
5. Hormat pada atasan maupun bawahan
Kita harus ingat :
a. Kecelakaan sekecil apapun, harus ditindak, diselidiki dan dipelajari agar tidak terulang lagi
b. Dengan disiplin pribadi, segala sesuatu usaha akan tercapai dengan sukses
Pertimbangan tempat kerja
Tempat dan jenis mesin yang dipakai
Ditempat kerja ataupun bengkel sangat penting dan harus mempunyai pertimbangan apa yang harus dipertimbangkan dan penataan tempat maupun jenis mesin atau alat yang dipakai untuk kenyamanan dalam melakukan suatu kegiatan pekerjaan sangatlah dibutuhkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sesuai dengan prosedur dan standar supaya tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan oleh semua pihak.
Yang dimaksudkan dengan tempat dan jenis mesin yang dipakai adalah :
1. Harus mengetahui jenis mesin apa yang digunakan pada saat bekerja
2. Memperhatikan lingkungan dan keadaan tempat kerja
3. Memerikan bagian-bagian yang berpotensi berbahaya pada mesin tersebut
4. Mesin harus dalam keadaan bersih.
Perlengkapan dan persiapan diri :
yang dimaksud dengan persiapan diri adalah
a. Menggunakan pakaian kerja yang baik dan rapih, jangan menggunakan dasi
b. Rambut harus teratur dan rapih sebaiknya pendek
c. Jangan menggunakan cincin, gelang ataupun kalung
d. Menggunakan alat-alat perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti : Kacamata, sepatu, helm, dan baju yang disyaratkan dan memenuhi standar.
Usaha yang dilakukan untuk menghindari kecelakaan di tempat kerja
pemeliharaan keamanan merupakan usaha untuk menghindari kecelakaan. Beberapa masalah yang harus diperhatikan dalaman pemeliharaan keamanan kerja terutama pada bagian mesin atau pada bagian yang sering menggunakan alat dan kelistrikan adalah :
a. Pemeliharaan lingkungan kerja
b. Pemeliharaan mesin dan peralatan serta bahan yang digunakan
c. Pemeliharaan keadaan dan kondisi karyawan
d. pemeliharaan tata cara kerja.
Sedangkan beberapa sikap yang harus diperhatikan oleh pekerja dalam melaksanakan tugasnya antara lain :
1. Setiap pekerja bekerja sesuai dengan pedoman penuntun yang diberikan
2. Setiap kecelakaan atau kegiatan yang merugikan harus segera dilaporkan kepada atasan
3. Setiap peraturan dan ketentuan yang ada harus dipenuhi
4. Semua peralatan dan perlengkapan K-3 harus dipakai
5. Setiap pekerja harus saling mengingatkan akan perbuatan/kondisi yang membahayakan.
Gambar-Gambar K3
Perlengkapan K3


a.      Prinsip Keamanan Dan Keselamatan Kerja

Sebelum merakit sebuah PC ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
1.      Hindari merakit dalam keadaan berkeringat, karena kemungkinan keringat akan menetes keperalatan yang sedang kita rakit tanpa kita ketahui, lalu saat kita menyalakan power supply maka terjadilah hubungan arus pendek dan dapat merusak hasil rakitannya.
2.      Hindari memegang atau menyentuh langsung kaki prossesor yang ada termasuk chipset. Karena dikhawatirkan adanya listrik statis yang dimiliki tubuh kita akan merusak komponen tersebut. Untuk mencegah hal ini kita harus meng-ground-kan tubuh kita dengan cara memegang casing saat power dihidupkan atau dengan memakai gelang anti statis tanpa harus pegang casing.
3.      Pada setiap tahap perakitan sebelum menambahkan komponen yang baru, power supply harus dimatikan. Memasang komponen pada saat power supply hidup akan merusak komponen yang akan di pasang dan komponen lainnya.
4.      Jangan lupa menyiapkan peralatan dan bahan-bahan sebelum memulai perakitan, agar seluruh kegiatan perakitan tidak terhambat pada kemungkinan kurangnya peralatan yang ada.
5.      Hindari pemasangan komponen harddisk dengan kasar, karena dapat merusak harddisk tersebut.


b.       Pengenalan Tempat Kerja



a)      Persyaratan Teknis Ruang 
1.      Terjaminnya nilai temperatur ruang.
2.      Terjaminnya nilai kelembaban ruang.
3.      Bebas debu.
4.      Bebas pengaruh medan magnet dan listrik.
5.      Bebas getaran.
6.      Bebas asap.
7.      Bebas dari gas-gas tertentu
8.      Bebas zat kimia.
9.      Terjaminnya nilai pencahayaan.
10.  Akustik ruang.

b)     Pencahayaan Ruangan
Pencahayaan ruang komputer harus memungkinkan orang bekerja dengan enak dan mata tidak mudah lelah. Pekerjaan dengan tingkat ketelitian dan kecermatan seperti di ruang komputer dibutuhkan intensitas nilai pencahayaan 40 sampai dengan 80 foot candles, pada bidang 30 inci dari lantai. Untuk daerah penempatan Visual display units, intensitan nilai pencahayaan sebaiknya tidak lebih dari 50 foot candles, sedangkan penempatan konsole dan panel kontrol harus dihindarkan dari sinar matahari langsung.

c)      Tata Letak Ruang Komputer
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah dutentukan, ruang komputer sebaiknya memenuhi :
1.      Pemilihan material untuk pembuatan ruang dianjurkan memenuhi ketentuan ketahanan terhadap api, berdasarkan standar NEPA.
2.      Dinding dan plafon mampu menyerap suara yang ditimbulkan dalam ruang, dan menahan suara serta panas dari luar ruangan.
3.      Jauh dari daerah atau vents pelepas panas dan asap.
4.      Jauh dari daerah kegiatan mesin pres atau sejenisnya yang menimbulkan sumber getar.
5.      Tidak langsung dibawah lantai yang banyak tandon air atau kegiatan yang menggunakan banyak air.
6.      Tidak terletak di bawah lantai yang airnya tidak bisa dikontrol dengan baik.
7.      Jauh dari pusat pembangkit medan listrik dan medan magnet, seperti gardu induk, gardu transformator, saklar pemutus beban listrik besar, saluran listrik berdaya besar dengan kawat telanjang, motor-motor listrik.
8.      Jauh dari daerah untuk kegiatan proses kimia, seperti pembuatan printed dengan proses etching.
9.      Jauh proses material yang menimbulkan debu atau asap. Disamping itu, sebagai bagian dari Instalansi Komputer, ruang komputer dalam pengaturannya harus menunjukkan kesatuan dengan ruang-ruang lain, seperti: Ruang petugas perawat tekhnis. Ruang penyimpan pita dan cakram magnetis. Ruang penyiapan data. Kantor bagian pemrograman (Programmer Office). Hal lain yang perlu dipikirkan dan direalisasi dalam memilih ruang komputer adalah letaknya harus sedemikian rupa sehingga hanya orang-orang yang berkepentingan dan erat kaitannya dengan pemrosesan data yang dapat dan mudah mencapai ruang komputer.

10 Permasalahan Merakit Pada Komputer

10 Permasalahan Merakit Pada Komputer 1.   Masalah : -     Komputer tidak mau menyala sama sekali -     kipas power su...